PRESS RELEASE-100 Kota Untuk Indonesia Maju, Visi dan Misi Baru untuk Inovasi Baru

PT Jababeka Tbk. merupakan salah satu pengembang kawasan industri terbesar di Asia Tenggara yang berdiri pada tahun 1989. Seiring perkembangan, PT Jababeka Tbk. memperbaharui visi dan misi perusahaannya.

Tahun 2014 visi Jababeka adalah “Menciptakan Kota Modern yang Mandiri di Setiap Propinsi di Indonesia dan Menyediakan Lapangan Pekerjaan Untuk Kehidupan yang Lebih Baik”.

Perubahan visi perusahaan terjadi seiring kampanye 100 cities yang dicanangkan oleh PT Jababeka Tbk. Proyek 100 cities adalah proyek pembangunan dan pengembangan 100 kota yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. 100 kota tersebut akan menjadi kota mandiri, melalui pemanfaatan potensi kota secara maksimal sehingga membuka semakin banyak lapangan pekerjaan.

Terdapat tiga misi baru untuk mencapai visi tersebut, yaitu: (1) Berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan mitra strategis guna mengembangkan dan menginovasi konsep-konsep investasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi terkini, (2) Menyediakan sumber daya manusia dan sarana fisik infrastruktur untuk mendukung pembangunan kota, (3) Aktif mempromosikan ekspansi grup kepada perusahaan multinasional.

Dengan adanya visi dan misi yang baru, diharapkan semangat bekerja dan berkooperasi setiap pegawai dari PT Jababeka Tbk. akan semakin meningkat. Selain itu, PT Jababeka Tbk. juga berharap hubungan dengan seluruh stakeholder yakni investor, pemerintah daerah, masyarakat, dan juga pengembang semakin kuat.

CEO dan Founder Jababeka, Setyono Djuandi Darmono (SD Darmono), mengenang perihal datangnya ide pembangunan 100 kota di Indonesia. “Suatu saat saya bertemu dengan Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saya menyampaikan pada beliau bahwa sekarang kami sudah berhasil mencetak sekitar satu juta penduduk di Cikarang, lapangan kerja dan kehidupan bertambah banyak, sekarang harus bagaimana? Beliau menjawab, buatlah 100 kota seperti ini di Indonesia,” kenang SD Darmono. Sejak itulah Jababeka memiliki visi untuk membangun 100 kota, dengan fokus menumbuhkan turisme, sebelum mengembangkan industri dan lainnya.

Salah satu contoh pengembangan kota oleh Jababeka yang sudah berjalan adalah Tanjung Lesung. Menggunakan Kota Jababeka sebagai cetak biru, Jababeka mengembangkan integrated township di Tanjung Lesung untuk menyokong industri pariwisata. Dengan membangun sarana kebutuhan pariwisata seperti beberapa hotel, lapangan golf, marina, dan in park, kebutuhan untuk membangun industri lainnya akan muncul. Oleh pemerintah Republik Indonesia, Tanjung Lesung akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.

Strategi menciptakan multiply effect akan diaplikasikan Jababeka di kota-kota lainnya, yaitu membangun kota dengan memaksimalkan potensi utama kota terkait terlebih dulu. Selain Tanjung Lesung, Jababeka bersama Sembcorp dari Singapura sedang mengembangkan wilayah Kendal di Jawa Tengah untuk menjadi kawasan industri.

Proyek 100 kota menunjukkan bahwa Jababeka berani merambah daerah-daerah yang jarang dimasuki investor. Bagi SD Darmono, memasuki daerah-daerah yang minim investasi merupakan bagian dari upaya menyelesaikan problem kesenjangan sosial di Indonesia. “Melalui pembangunan industri di mana-mana dan menumbuhkan kota-kota baru, orang-orang Indonesia akan semakin terdidik, sehingga kita bisa menjadi negara super power,” tutup SD Darmono.

 

Tentang PT Jababeka, Tbk

PT Jababeka Tbk didirikan pada tahun 1989 dan merupakan perusahaan publik pengembang kawasan industri pertama di Indonesia. Pengembangan utama perusahaan adalah Kota Jababeka, 30km dari kota Jakarta. Bentang Kota terintegrasi mencakup lebih dari 5.600 hektar. Selama 25 tahun terakhir, telah menjelma menjadi komunitas yang berkembang dengan lebih dari 1 juta orang.

Kota Jababeka juga rumah bagi lebih dari 1.650 perusahaan lokal dan multinasional dari 30 negara (misalnya Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belanda) mempekerjakan lebih dari 600.000 pekerja lokal dan asing. Penyewa utama meliputi perusahaan multinasional seperti ICI Paints, Mattel, Samsung, Unilever, United Tractors, Akzo Nobel, dan Nissin Mas.

Saat ini, bisnis perusahaan dapat dibagi menjadi 3 segmen utama: pengembangan lahan, pembangunan infrastruktur, dan manajemen properti perhotelan. Segmen ini semua bagian integral dari pembangunan kota-kota modern dan kunci untuk visi perusahaan untuk menciptakan kota-kota di Indonesia.