PRESS RELEASE-TANJUNG LESUNG, PILAR JABABEKA DALAM BIDANG PARIWISATA

PT Jababeka Tbk berdiri pada tahun 1989 sebagai pengembang kawasan industri swasta pertama di Indonesia. Dalam perjalanannya selama 25 tahun, Jababeka berhasil mengubah kawasan kurang produktif di area Cikarang, Bekasi, menjadi salah satu pusat industri paling signifikan di Indonesia.

Saat ini kawasan industri di Cikarang telah berkembang menjadi sebuah kota mandiri yang dikenal sebagai Kota Jababeka. Kota Jababeka didesain sebagai kota mandiri ramah lingkungan dengan infrastruktur lengkap dan berkelas internasional yang memenuhi kebutuhan hunian dan bisnis. Atas keberhasilan tersebut, Jababeka memiliki visi baru, yaitu mengembangkan lebih banyak kota mandiri dan kawasan bisnis di seluruh provinsi di Indonesia.

Salah satu kawasan yang menjadi fokus pengembangan Jababeka saat ini adalah kawasan pariwisata Tanjung Lesung, Banten.  Di tahun 2011 Jababeka mengambil langkah strategis jangka panjang dengan mengakuisisi pengelola kawasan Tanjung Lesung, PT Banten West Java Tourism Development (BWJ). Dengan adanya Tanjung Lesung, Jababeka menambah pilar bisnisnya yaitu leisure and hospitality (rekreasi dan perhotelan), melengkapi pilar-pilar land development (real estat) dan infrastruktur.

Terletak 170 km sebelah barat daya dari DKI Jakarta, tepatnya di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Tanjung Lesung merupakan sebuah destinasi wisata eksklusif terintegrasi dengan keindahan alam yang menarik bagi pengunjung maupun investor.   

Tanjung Lesung yang memiliki garis pantai sepanjang ± 13 km, dikenal sebagai pintu gerbang dari berbagai wisata alam Banten, terutama wisata salah satu gunung api termuda di dunia yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat dunia, yakni Anak Krakatau dan Taman Nasional Ujung Kulon, yang telah ditetapkan oleh badan dunia sebagai UNESCO world natural park.

Saat ini Tanjung Lesung telah memiliki sejumlah penginapan bertaraf internasional seperti 44 unit villa istimewa dengan fasilitas private pool yaitu Kalicaa Villa Estate, 61 unit villa di Tanjung Lesung Beach Hotel, the Blue Fish, the Sailing Club, dan Green Coral Exclusive Camping. Banyak hal yang dapat dilakukan selama berada di Tanjung Lesung, khususnya bagi para pecinta olahraga air. Snorkelingdivingbanana boat, hingga sailing dapat dilakukan di fasilitas The Beach Club. Wisatawan tak hanya dapat melakukan aktivitas olahraga air, namun juga berpartisipasi melestarikan lingkungan laut dengan mempelajari cara transplantasi terumbu karang di lokasi konservasi yang terletak di tengah laut.

Pada malam hari, wisatawan disuguhkan atraksi menarik seperti fire show salah satunya dan juga pemandangan bintang-bintang di langit yang cantik. Selain wisata alam yang memikat, wisata budaya dan sejarah juga menjadi satu daya tarik tersendiri bagi wilayah Tanjung Lesung, yang tak jauh dari lokasi perkampungan suku Badui.

Sejauh ini Tanjung Lesung menjadi destinasi wisata favorit dari wisatawan nusantara maupun internasional. Contohnya, The Sailing Club menjadi fasilitas favorit bagi wisatawan Eropa, sedangkan Kalicaa Villa digemari oleh wisatawan Asia terutama dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan. Pada saat ini Tanjung Lesung mampu mendatangkan sekitar 250.000 wisatawan per tahunnya.

Bagi calon investor, Tanjung Lesung akan menjadi target investasi yang menarik, dengan akan dibangunnya sejumlah infrastruktur.  Dua proyek infrastruktur besar yang sedang dikembangkan di Tanjung Lesung adalah bandar udara Banten Selatan dan jalan tol Serang – Panimbang yang melalui jalan tol Jakarta – Merak. Infrastruktur di dalam kawasan Tanjung Lesung sendiri sudah lengkap dengan tersedianya jalan, listrik, jaringan internet, telepon, hingga penyediaan air bersih (water treatment plant) dan pengolahan air limbah (waste water treatment plant), yang telah beroperasi dengan kebijakan-kebijakan yang ramah lingkungan serta memiliki kapasitas yang mendukung pertumbuhan kawasan di masa mendatang.

Pada tahun 2012, pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 26/2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata untuk Tanjung Lesung. Berbeda dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) lainnya yang digagas langsung oleh pemerintah, Tanjung Lesung merupakan KEK pertama di bidang pariwisata dan akan dikembangkan oleh pihak swasta, dalam hal ini Jababeka. Beberapa kemudahan investasi yang akan ada di KEK Tanjung Lesung antara lain insentif fiskal dan non-fiskal serta keringanan pajak dan retribusi daerah bagi calon investor di Tanjung Lesung.

Pihak BWJ selaku pengelola Tanjung Lesung saat ini sedang bersiap untuk meningkatkan berbagai infrastruktur dan fasilitas pendukung, salah satunya airstrip yang akan mengakomodasi penerbangan carter dengan rute Jakarta (Halim Perdana Kusuma) – Tanjung Lesung. Selain airstrip, Tanjung Lesung berencana membangun fasilitas pendukung yang memenuhi preferensi gaya hidup wisatawan, seperti lapangan golf, marina untuk kapal pesiar, dan theme park.

Dalam mengembangkan kota dan kawasan, Jababeka mengidentifikasi kekuatan lokal masing-masing wilayah untuk ditawarkan dan dipromosikan kepada investor. Jababeka akan memanfaatkan jaringan luasnya dengan pelaku bisnis maupun pemerintah untuk membantu investor dalam mewujudkan aspirasi bisnisnya di Indonesia. Bersama Jababeka, para investor dapat berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.            

PRESS RELEASE-TANJUNG LESUNG, PILAR JABABEKA DALAM BIDANG PARIWISATA

Tinggalkan Balasan