Jababeka Kebut Listrik dan Pelabuhan Kering
Jakarta, kompas - Pengembang kawasan industri, PT Jababeka Tbk, fokus
menyelesaikan proyek pembangkit listrik Bekasi Power dan menambah
kapasitas kawasan pelabuhan kering atau dry port menjadi 18 hektar di
Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Lebih dari separuh belanja modal perseroan
tahun ini dialokasikan untuk dua megaproyek itu.
Wakil Direktur Utama Jababeka Budianto Liman seusai rapat umum pemegang
saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)
di Jakarta, Kamis (23/6), menyatakan, per 30 Mei 2011, proyek pembangkit
listrik berkapasitas 130 megawatt (MW) itu telah mencapai 88,5 persen.
"Tanggal operasi komersial (COD) ditargetkan pada akhir tahun 2011.
Proyeksi pendapatan dari proyek itu setelah beroperasi mencapai 85 juta
dollar AS (sekitar Rp 722 miliar) per tahun," kata Budianto.
Manajemen Jababeka menganggarkan belanja modal dari kas internal senilai
Rp 643 miliar tahun ini, 40 persen di antaranya telah terpakai hingga
akhir Mei 2011. Dana yang bakal dialokasikan untuk Bekasi Power mencapai
Rp 258 miliar dan Cikarang Dry Port Rp 86 miliar. Sisa belanja modal
akan digunakan untuk akuisisi lahan. RUPST/LB Jababeka memutuskan tidak
membagi dividen. Laba bersih senilai Rp 62,123 miliar akan ditempatkan
sebagai laba ditahan.
Bekasi Power merupakan salah satu dari tiga pemegang izin usaha
penyediaan tenaga listrik untuk umum terintegrasi di Indonesia. Seluruh
kapasitas operasi pembangkit listrik itu akan dijual kepada PLN.
Potensi tambahan pendapatan akan diperoleh Jababeka dari penjualan
listrik dengan tarif premium ke penyewa lahan perseroan dengan sistem
buyback dengan harga 16 persen di atas harga jual Jababeka ke PLN
sebesar 8 sen dollar AS per kWh.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Jababeka Muljadi Suganda
menyatakan, tahun ini pengembangan dry port memasuki pengembangan kedua 8
hektar, menambah luas proyek tahun lalu seluas 10 hektar. Total luas
dry port ditargetkan 200 hektar dengan dana pembangunan mencapai 341
juta dollar AS.
Target pendapatan Jababeka tahun ini Rp 1 triliun. Perseroan optimistis
penjualan bertahan seperti tahun lalu seluas 107 hektar untuk perumahan
dan industri. "Sebagai tujuan utama foreign direct investment, penjualan
ditarget sama dengan masa sebelum krisis 1996-1997," kata Budianto.
(BEN)
Source: Kompas Hal 22