fbpx

PT Pelabuhan Indonesia II Sepakati Kerjasama Optimalisasi Pemanfaatan CDP Bersama PT Cikarang Inland Port & Pengembangan Kawasan Industri Di Pelabuhan P. Baai – Bengkulu Bersama PT Jababeka Tbk

Jakarta, 10 September 2013 – PT. Pelabuhan Indonesia II (IPC) dan PT Cikarang Inland Port melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama Optimalisasi dan Pemanfaatan Cikarang Dry Port sebagai Perpanjangan/Penyangga Pelabuhan Tanjung Priok. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh R.J. Lino, selaku Direktur Utama IPC dan Hadi Rahardja serta Noor Yusuf selaku Direktur Utama dan Direktur PT Cikarang Inland Port pada tanggal 10 September 2013 di Kantor Pusat IPC, di Tanjung Priok.

Di dalam Nota Kesepahaman tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mempersiapkan, segala hal yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya Kerjasama Optimalisasi Pemanfaatan Cikarang Dry Port sebagai perpanjangan / penyangga dari Pelabuhan Tanjung Priok.

PT. Cikarang Inland Port (“CIP”) merupakan anak perusahaan PT. Jababeka Tbk yang fokus bergerak dalam bidang pengoperasian dan pelayanan dry port terintegrasi melalui Cikarang Dry Port. Cikarang Dry Port sendiri merupakan dry port (pelabuhan darat) satu-satunya di Indonesia yang terintegrasi dengan layanan Bea dan Cukai yaitu dengan adanya Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) di dalamnya. Tidak hanya itu, Cikarang Dry Port juga terintegrasi dengan fasilitas-fasilitas logistik dan supply chain lainnya. Pelabuhan darat ini memiliki kapasitas hingga 2.000.000 TEUs per tahun. Dengan kapasitas tersebut, Cikarang Dry Port dapat menjadi penyangga Pelabuhan Tanjung Priok yang mengalami pertumbuhan arus petikemas sangat tinggi.

Atas dasar itulah IPC dan PT Cikarang Inland Port sepakat untuk menjalin kerjasama khususnya dalam optimalisasi Cikarang Dry Port, karena keberadaan pelabuhan darat tersebut diharapkan dapat membantu peningkatan kelancaran arus barang dari Pelabuhan Tanjung Priok ke hinterland. Integrasi kedua bagian dari mata rantai logistic tersebut diharapkan akan menurunkan dwelling time di pelabuhan dan memperkuat sistem logistik nasional.

Hadi Rahardja dalam sambutannya mengatakan bahwa Cikarang Dry Port (CDP) merupakan bagian dari mata rantai logistik nasional. “Cikarang Dry Port saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 400.000 TEUS per tahun dan dapat diekspansi hingga 2.000.000 TEUS per tahun yang dapat membantu meningkatkan kapasitas dari Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga menciptakan kecepatan dan kelancaran arus barang yang dibutuhkan industri maupun pengguna jasa dalam mencapai pelabuhan Tanjung Priok dan sebaliknya dengan efektif dan efisien.” Ujar Hadi

“Kami berharap kerjasama ini dapat segera berlanjut pada langkah konkrit agar mampu memberikan manfaat nyata bagi Pelabuhan Tanjung Priok dan juga Indonesia”, ujar Lino.

Kerjasama IPC dan PT Jababeka Tbk untuk Pelabuhan P. Baai – Bengkulu

Di saat yang bersamaan, IPC juga melaksankan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Jababeka Tbk dalam hal Kerjasama Optimalisasi dan Pemanfaatan Lahan untuk Pengembangan Fasilitas Penunjang Pelabuhan Bengkulu serta Kawasan Industri dan Logistik. Pada penandatanganan tersebut, IPC diwakili oleh R.J. Lino selaku Direktur Utama dan S.D. Darmono serta T. Budianto Liman selaku Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk Tbk.

PT Jababeka Tbk yang bergerak dalam bidang pengembangan dan pembangunan kawasan industri dan jasa kawasan industri serta seluruh sarana pendukungnya, memiliki pengalaman dan sumberdaya yang dapat mendukung pengembangan industri baru, dimana dalam hal ini IPC berencana untuk melakukan pengembangan kawasan industri di kawasan Pelabuhan P. Baai Bengkulu.

Lahan milik IPC sendiri rencananya akan dikembangkan menjadi berbagai fasilitas penunjang pelabuhan P. Baai Bengkulu. Tak hanya itu, pemanfaatan lahan ini juga dapat dikembangkan sebagai kawasan industri dan logistik.

Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja cabang Pelabuhan Bengkulu dengan menghadirkan sebuah kawasan industri yang dapat mengoptimalkan potensi hinterland di daerah Bengkulu dan sekitarnya yang pada akhirnya akan dapat memperkuat fungsi penting pelabuhan Bengkulu sendiri.

S. D. Darmono mengungkapkan bahwa kerjasama dalam pengembangan lahan milik IPC di Bengkulu ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan dalam mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan di masa depan. “Visi Jababeka adalah mengembangkan 100 kota mandiri seperti layaknya yang telah berhasil Jababeka raih di Cikarang. Adanya kesempatan mengembangkan lahan milik IPC ini tentunya juga menjadi peluang Jababeka dalam mencapai visi tersebut. Ini juga sekaligus mencerminkan kepercayaan IPC terhadap PT. Jababeka Tbk sebagai perusahaan pengembang kota di Indonesia yang terpercaya.” Ujar Darmono.

“Dengan penandatanganan ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas Pelabuhan P. Baai Bengkulu dari kondisi yang ada saat ini, khususnya dengan adanya integrasi dengan kawasan industri yang supportif, sehingga pada akhirnya akan turut membantu kelancaran distribusi barang dan perekonomian di wilayah Bengkulu dan sekitarnya, serta perkonomian nasional” tutup R.J. Lino.
 

PT Pelabuhan Indonesia II Sepakati Kerjasama Optimalisasi Pemanfaatan CDP Bersama PT Cikarang Inland Port & Pengembangan Kawasan Industri Di Pelabuhan P. Baai – Bengkulu Bersama PT Jababeka Tbk

Tinggalkan Balasan