Jababeka targetkan raup pendapatan Rp 1,4 T tahun ini
PT Jababeka Tbk (KIJA) menargetkan nilai marketing sale mencapai Rp 2 triliun tahun ini. Angka ini naik dibanding tahun lalu senilai Rp 1,5 triliun.
Sekretaris Perusahaan KIJA Muljadi Suganda mengatakan tahun ini pendapatan perseroan juga diperkirakan dapat mencapai Rp 1,4 triliun. Kontribusi utama pemasukan akan berasal dari penjualan lahan industri dan bangunan pabrik standar (standard factory building/SFB).
“Target pendapatan tersebut didukung dengan beroperasinya pembangkit listrik dan infrastruktur lainnya seperti penyediaan air bersih dan instalasi air limbah,” ujarnya saat konferensi pers KIJA di Menara Batavia, Jakarta, Jumat (21/6).
Di tahun lalu, realisasi penjualan lahan mencapai 67 persen dari total nilai marketing sales atau mencapai Rp 1,005 triliun. Sekitar 80 persen dari nilai penjualan atas lahan tersebut merupakan penjualan kavling dan 20 persennya berupa bangunan pabrik standar (SFB) untuk UKM.
Dia menambahkan, sekitar 33 persen atau Rp 500 miliar dari total nilai marketing sales tersebut disumbangkan penjualan residensial di kawasan milik perseroan di Cikarang. Sedangkan di tahun sebelumnya, perseroan fokus kepada penjualan kavling atau lahan industri perusahaan multinasional.
“Kami kan punya lahan di Cikarang, Cilegon dan Kendal. Saat ini kami fokuskan lebih ke Cikarang saja,” jelas dia.
Di sisi lain, perusahaan pengembang industri ini sepakat membagikan keuntungan (dividen) tahun ini sebesar Rp 26,641 miliar atau 35 persen laba bersih 2012 sebesar Rp 360 miliar. Adapun total dividen sebesar Rp 133,209 miliar.
“Sekitar 106,56 miliar per saham akan dikenakan pajak dari dividen tunai. Dan dividen akan dibagikan sesuai jadwal dan menunggu keputusan bursa,” ungkapnya.
Selain itu, tahun ini perusahaan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar. Nantinya akan digunakan untuk pembelian lahan. Dana capex berasal dari 100 persen kas internal.
“Dengan capex tersebut diharapkan pertumbuhan industri dapat mencapai 40-50 hektar digabung dengan residential namun masih didominasi industri,” ujar dia.
Menurutnya, industri lebih didominasi oleh penjualan kavling dan merupakan vendor company yang sudah melakukan pembelian sebelumnya. “Harga kavling industri Rp 2-2,5 juta meter persegi. Residensial Rp 5-7,5 juta,” tutupnya.
Source: Merdeka.com
