Cikarang “Dry Port” Diperluas Sampai 18 Hektare

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengembang kawasan industri PT Jababeka Tbk semakin mengembangkan bisnis pelayanan kargo dan logistik di Cikarang Dry Port (CDP). Jababeka akan memperluas kawasan CDP dari 10 hektare (ha) menjadi 18 ha pada akhir tahun ini.

Perluasan itu karena jumlah industri di Jababeka semakin banyak, sehingga akan membutuhkan lebih besar lahan untuk menampung peti kemas perusahaan-perusahaan itu. Mulyadi Suganda, Sekretaris Perusahaan Jababeka, bilang, CDP yang sekarang hanya bisa menampung 100.000 peti kemas. Ke depan, jumlah peti kemas bakal terus meningkat karena industri di Jababeka juga terus bertambah.

Sekarang ada 1.500 perusahaan. Kami telah mengembangkan Jababeka tahap III seluas 250 hektare dan sudah diminati 30 perusahaan,” kata Mulyadi, Kamis (25/8/2011) kemarin.

Selain itu, Jababeka juga ingin membidik pengusaha di timur Jakarta yang selama ini menyimpan kontainernya di Tanjung Priok. Menurut Mulyadi, 62% peti kemas di Tanjung Priok yang mencapai 4 juta unit berasal dari industri di timur Jakarta.

“Ini kabar bagus, karena penyimpanan peti kemas di Tanjung Priok menimbulkan biaya ganda bagi pengusaha,” ujar Toto Dirgantoro, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI).

Biaya ganda karena, pengusaha harus membayar ongkos transportasi peti kemas itu, bolak-balik dari tempat usaha ke pelabuhan. Selain perluasan, CDP juga dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan dokumen formal, yakni port clearance dan custome clearance.

Dengan berbagai pengembangan itu, manajemen menargetkan pendapatan CDP bisa mencapai Rp 30 miliar hingga akhir tahun ini. Itu akan berkonstribusi pada total target pendapatan Jababeka tahun ini sebesar Rp 1 triliun.

“Lima – enam tahun lagi, kami akan memperluas kapasitas CDP menjadi 2 juta peti kemas,” jelas Mulyadi. (Maria Rosita)

Source: Kompas.com

Cikarang “Dry Port” Diperluas Sampai 18 Hektare

Tinggalkan Balasan