fbpx

KIJA UMUMKAN KINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2020

PT Jababeka Tbk (“KIJA”) mencatat total pendapatan sebesar Rp2.396,1 miliar selama tahun 2020,
meningkat 6% dibandingkan tahun 2019.
Pilar Land Development & Property Perseroan mengalami peningkatan pendapatan sebesar 42% dari
Rp873,9 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp1.237,1 miliar pada tahun 2020, yang terutama disebabkan
oleh peningkatan pendapatan tanah matang dari Rp422,6 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp782,9 miliar
pada tahun 2020. Kinerja dari Kendal juga cukup kuat, dimana penjualan tanah melonjak dari Rp160,4
miliar pada tahun 2019 menjadi Rp628,5 miliar pada tahun 2020. Sebaliknya, terdapat penurunan
pendapatan dari segmen apartemen yang mengalami penurunan dari Rp157,9 miliar pada tahun 2019
menjadi Rp88,1 miliar pada tahun 2020, namun penurunan ini sebagian besar diimbangi oleh peningkatan
penjualan rumah (meningkat dari Rp75,7 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp121,5 miliar pada tahun 2020)
dan ruang kantor dan ruko (dari Rp113,2 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp122,1 miliar pada tahun
2020).
Pendapatan Pilar Infrastruktur turun 18% dari Rp1.291,3 miliar pada 2019 menjadi Rp1.060,5 miliar pada
2020, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan Bekasi Power sebesar 23% akibat jangka waktu
reserve shutdown yang berlangsung lebih lama pada tahun 2020 dibandingkan dengan 2019. Pendapatan
dari Cikarang Dry Port mengalami penurunan pendapatan sebesar 28% menjadi Rp145,5 miliar pada
tahun 2020. Di sisi lain, segmen Jasa dan Pemeliharaan dari pilar Infrastruktur Perseroan membukukan
peningkatan pendapatan 8% menjadi Rp277,2 miliar pada tahun 2020 meskipun pandemi Covid-19.
Pilar Leisure & Hospitality Perseroan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 11% menjadi Rp98,5
miliar pada tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan dari vila dan pariwisata sebesar
88% dibandingkan tahun 2019 yang terutama disebabkan adanya peningkatan jumlah pengunjung ke
Tanjung Lesung. Kontributor utama pilar ini adalah segmen golf yang memberikan kontribusi 59%
terhadap total pendapatan pilar Leisure & Hospitality di tahun 2020, dibandingkan 73% di tahun 2019.
Pendapatan berulang (recurring revenue) dari pilar Infrastruktur memberikan kontribusi 44% terhadap
total pendapatan pada tahun 2020, dibandingkan dengan 57% pada tahun 2019. Kontribusi yang lebih
rendah ini terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi yang lebih signifikan dari pendapatan
segmen Land Development & Property.
Laba kotor Perseroan meningkat 21% menjadi Rp1.018 miliar pada tahun 2020. Di saat yang sama, marjin
laba kotor konsolidasi Perseroan pada tahun 2020 meningkat menjadi 42,5%, dibandingkan dengan 37,4%
pada tahun 2019. Alasan kenaikan marjin laba kotor ini terutama akibat dari pembangkit listrik yang
mengalami jangka waktu reserve shutdown yang lebih lama, yang berdampak positif pada margin laba
kotor pilar Infrastruktur (25% pada 2019 dibandingkan dengan 33% pada 2020), dan peningkatan marjin
laba kotor dari Leisure & Hospitality pilar dari 21% pada 2019 menjadi 25% pada 2020. Sedangkan, margin
laba kotor pilar Land Development & Property turun dari 58% pada 2019 menjadi 52% pada 2020,
terutama akibat dari perubahan bauran produk (product mix) dalam pilar Land Development & Property.
Laba bersih KIJA turun menjadi Rp45,3 miliar pada tahun 2020 dibandingkan dengan Rp141,1 miliar pada
tahun 2019. Alasan utama penurunan ini adalah karena kerugian selisih kurs pada tahun 2020 sebesar
Rp60,7 miliar, dibandingkan dengan laba selisih kurs pada tahun 2019 sebesar Rp168,3 miliar.
Keuntungan/kerugian selisih kurs neto tersebut terutama merupakan jumlah bersih (netto) dari
keuntungan/kerugian selisih kurs dan keuntungan/kerugian dari kontrak lindung nilai (hedging), yang
dapat ditemukan Catatan atas laporan keuangan konsolidasian auditan pada akun beban keuangan dan
pendapatan lainnya tahun 2020.
EBITDA Perseroan untuk tahun 2020 tercatat sebesar Rp802,3 miliar, naik 19% dari 2019 dengan EBITDA
sebesar Rp 671,6 miliar.
Perusahaan meraih Rp898,7 miliar dalam penjualan real estat secara marketing (marketing sales) pada
tahun 2020, sekitar 46% lebih rendah dibandingkan tahun 2019, terutama karena pandemi Covid-19.
Namun demikian segi positifnya, kinerja marketing sales pada semester kedua tahun 2020 lebih baik 2,5x
daripada semester pertama tahun 2020 terutama didukung oleh peningkatan penjualan industri di Kendal
dan Cikarang, dan keberhasilan peluncuran proyek perumahan di Cikarang. Marketing sales di Cikarang
berkontribusi 70%, Kendal dan lain-lain 30%. Target marketing sales Perseroan untuk tahun 2021
ditetapkan sebesar Rp 1,4 triliun, yang terdiri dari Rp1,0 triliun dari Cikarang dan lain-lain, dan Rp400
miliar dari Kendal.
Tentang PT Jababeka Tbk
PT Jababeka Tbk adalah pelopor pengembang kawasan industri terpadu di Cikarang yang
mengembangkan kota industri ramah lingkungan dan terlengkap di Indonesia. Luas kota Jababeka adalah
5.600 hektar yang dihuni oleh lebih dari 1.650 perusahaan multinasional dari 30 negara dengan jumlah
pekerja lebih dari 700.000 orang, yang dilengkapi dengan pusat pendidikan seperti President University,
kawasan perumahan dan komersial, golf, medical city, botanical garden, dan fasilitas pendukung lainnya.
PT Jababeka Tbk merupakan satu-satunya kawasan industri terpadu yang memiliki anak usaha yang
bergerak di bidang energi yaitu PT Bekasi Power dan dry port pertama di Indonesia. Untuk informasi lebih
lengkap tentang KIJA, kunjungi www.jababeka.com.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Corporate Secretary
Muljadi Suganda
E: muljadi@jababeka.com
P: 572 7337 ext 678
Investor Relations
Tim Beekelaar
E: tim_beekelaar@jababeka.com
P: 572 7337 ext 565
KIJA UMUMKAN KINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2020