Cikarang Kirim 216 Peti Kemas dengan Kereta
Jakarta, Kompas – Terminal Peti Kemas Jababeka di Cikarang, di kawasan pelabuhan kering (dry-port) Cikarang, tiap hari akan mengirim 216 peti kemas ukuran kaki (twenty foot equivalent units / TEUs).
Sebanyak 72 TEUs akan dikirim ke terminal peti kemas di Kalimas, Surabaya, sedangkan 144 TEUs dikirim ke Stasiun Lagoa sebelum dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok.
“Untuk tahap awal, disiapkan dua rangkaian kereta api, masing-masing 18 gerbong ke Kalimas, dan satu rangkaian kereta api ke Lagoa,” kata Presiden Direktur PT Kereta Api Logistics Yayat Rustandi, Rabu (20/7), di Jakarta.
Resminya, pengiriman peti kemas dari Cikarang dimulai Oktober 2011. Kini, Direktorat Perkeretaapian sedang menyelesaikan pemasangan sinyal di sana.
Dari Jakarta ke Surabaya, ongkos kirim satu peti kemas menggunakan kereta api Rp 2,5 juta, lebih murah daripada dengan truk, sebesar Rp 3 juta. Waktu tempuh perjalanan kereta peti kemas Jakarta-Surabaya juga hanya 22 jam, sedangkan dengan truk mencapai 36 jam.
“Bila dari Surabaya menuju Jakarta, lebih murah dengan truk karena banting harga. Bagi truk, banting harga lebih baik daripada pulang tanpa mengangkut barang,” ujar Yayat.
Infrastruktur
Menurut Yayat, pengoperasian lebih banyak rangkaian kereta barang dihambat keterbatasan infrastruktur. “Dari Cikarang ke Surabaya, maksimal hanya dapat ditambah 2 rangkaian sehari (36 TEUs) karena kapasitas lintas sudah jenuh, utamanya antara Cirebon – Brebes,” ujarnya.
Secara terpisah, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pemerintah menganggarkan Rp 1,38 triliun untuk pembangunan jalur rel ganda Cirebon-Brebes (62 kilometer). Tahun 2011, sedang dibangun badan jalan. Pekerjaan rel dan persinyalan tahun 2012-2013.
Kini, baru terbangun 295 kilometer dari 727 kilometer jalur utara kereta api dari Jakarta-Surabaya. Diharapkan tahun 2013, dibangun rel ganda sepanjang 432 kilometer, yakni Cirebon – Brebes dan Pekalongan – Semarang – Surabaya.
Berdasarkan data Direktorat Perkeretaapian, total biaya jalur ganda kereta lintas utara Jawa Rp 9,01 triliun. “Telah diputuskan, Ditjen Perkeretaapian yang membangun jalur rel ganda ini,” kata Bambang Susantono.
Hingga tahun 2015, PT Kereta Api Logistics, sebagai anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia, menargetkan pendapatan Rp 500 miliar per tahun. Dengan target laba Rp 50 miliar – Rp 60 miliar. (RYO)
Source: Kompas, 21 Juli 2011
