fbpx

Jababeka Merencanakan Ekspansi seiring Meningkatnya Permintaan

Pengembang kawasan industri utama Indonesia PT Jababeka Tbk., Yang mengoperasikan kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat, akan mengakuisisi lebih banyak lahan untuk dikembangkan lebih lanjut guna memenuhi permintaan yang meningkat untuk lokasi industri.

Sekretaris perusahaan Muljadi Suganda mengatakan pada hari Kamis bahwa perusahaannya telah mengalokasikan Rp 299 miliar (US $ 34,68 juta) atau 46,5 persen dari pengeluaran modal perusahaan sebesar Rp 643 miliar tahun ini untuk pembebasan lahan.

“Kami optimis kenaikan permintaan di industri situs industri tahun lalu akan berlanjut tahun ini dan tahun depan karena iklim bisnis yang lebih kondusif di negara ini,” katanya setelah rapat pemegang saham Kamis di Jakarta.

Perusahaan mengharapkan untuk menjual lebih dari 100 hektar ruang industri tahun ini, mencapai tingkat yang dicatat sebelum krisis ekonomi pada 2007, kata Muljadi. Tapi, dia menolak memberikan angka pasti.

Tahun lalu, Jababeka menjual 107,3 ​​hektar ruang industri, naik hampir 600 persen dari hanya 15,3 hektar pada 2009. Total penjualan senilai Rp 712,35 miliar pada 2010, naik 305 persen dari tahun sebelumnya.

Wakil presiden direktur Budianto Liman mengatakan bahwa hingga Mei perusahaannya telah menjual sekitar 36 hektar.

“Permintaan mungkin akan lebih tinggi pada kuartal terakhir tahun ini, seperti halnya tahun lalu,” katanya.

Budianto mengatakan mayoritas pembeli adalah investor asing dari tujuan investasi utama seperti Jepang, Korea, Malaysia dan Eropa. “Mereka memperluas bisnis mereka, terutama di mobil, barang-barang konsumsi, elektronik dan farmasi”.

Budianto mengatakan bahwa selain membeli tanah, perusahaannya juga mengalokasikan pengeluarannya untuk mengembangkan infrastruktur utama: pembangkit listrik dan pelabuhan kering. “Kami telah mengalokasikan sekitar $ 30 juta untuk menyelesaikan proyek pembangkit listrik dan $ 10 juta lainnya untuk memperluas pelabuhan kering kami,” katanya.

Perusahaan itu dilaporkan mulai mengembangkan pembangkit listrik siklus gabungan 130-megawatt pada 2008 di Cikarang dengan investasi diperkirakan $ 141 juta, 75 persen di antaranya dibiayai oleh pinjaman dari sindikasi tujuh bank yang dipimpin oleh CIMB Niaga.

Pembangkit listrik ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun ini dengan listrik yang akan dijual ke perusahaan listrik negara PT PLN dengan kemungkinan pembelian kembali sesuai dengan permintaan penyewa, kata Budianto.

Pada tahun 2009, ia memulai pembangunan pelabuhan kering di atas lahan seluas 200 hektar di Cikarang yang dirancang untuk menangani hingga 2 juta unit setara dua puluh kaki (TEUs) hingga 2020.

Itu sudah mengembangkan area 10 hektar tahun lalu dan berharap untuk menyelesaikan area lain 8 hektar tahun ini dengan total investasi $ 20 juta, kata Budianto.

Fundamental ekonomi yang membaik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menarik lebih banyak investor global masuk ke dalam ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Tahun lalu, investasi melonjak 54 persen menjadi Rp 208,5 triliun dari Rp 135,26 triliun pada 2009. Tahun ini, pemerintah bertujuan untuk merealisasikan investasi sebesar Rp 240 triliun, naik 15 persen dari 2010.

Data BKPM menunjukkan bahwa total realisasi investasi pada kuartal pertama tahun ini naik 27,3 persen menjadi Rp 53,6 triliun dari Rp 42,1 triliun pada periode yang sama tahun 2010.

Sumber: thejakartapost.com 

Jababeka Merencanakan Ekspansi seiring Meningkatnya Permintaan

Tinggalkan Balasan