fbpx

JABABEKA REGENERATION

Tidak diragukan lagi dalam suatu perusahaan, sumber daya manusia (SDM) merupakan unsur utama di luar unsur-unsur lainnya dalam manajemen. Dari SDM inilah unsur-unsur lain bersandar dan bergerak.

Salah satu indikator sehatnya suatu organisasi adalah ketika terjadi regenerasi, perusahaan dapat berjalan seperti kondisi sebelumnya, bahkan lebih. Regenerasi dapat didefinisikan sebagai perpindahan tongkat estafet kepemimpinan dalam suatu perusahaan.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2015 PT Jababeka Tbk (Perseroan) yang diselenggarakan Rabu (24/6) di President Lounge Menara Batavia, Perseroan telah menetapkan perubahan anggota Dewan Direksi dan Dewan Komisaris yang dapat dikategorikan sebagai regenerasi dalam Perseroan .

Hal ini sejalan dengan prinsip Perseroan untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kinerja usaha dengan praktek-praktek tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) yang bertujuan untuk memberikan nilah tambah bagi seluruh stakeholders.

Pada RUPST 2015 marijuana growing equipment Perseroan mengusulkan untuk mengangkat dan menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris untuk masa jabatan 3 (tiga) tahun berikutnya. Tedjo Budianto Liman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama, diangkat menjadi Direktur Utama dan Setiawan Mardjuki diangkat menjadi Direktur.

Pada susunan Dewan Komisaris, Setyono Djuandi Darmono yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama, diangkat menjadi Komisaris Utama. Kemudian, Ketut Budi Wijaya diangkat untuk mengisi posisi sebagai Komisaris.

Regenerasi Perseroan dapat terlihat dari susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru, terutama di jajaran Dewan Direksi. Dewan Direksi baru Perseroan berusia rata-rata 48 tahun yang menandakan posisi strategis di Perseroan saat ini diisi oleh para profesional yang lebih muda.

Direktur Utama Perseroan merangkap Direktur Independen, Tedjo Budianto Liman, baru berusia 53 tahun. Pria kelahiran 28 Maret 1962 ini menjabat Wakil Direktur PT Jababeka Tbk sejak tahun 2006 dan Corporate Secretary PT Jababeka Tbk sejak tahun 1995. Ia menyelesaikan studi di Universitas New South Wales, Sydney, Australia serta mendapatkan gelar Bachelor of Chemical Engineering dan Master of Commerce di bidang Akunting.

Hyanto Wihadhi, 51 tahun, ditunjuk menjadi direktur PT Jababeka Tbk sejak tahun 2008. Pria yang lahir pada tanggal 14 April 1964 ini pernah menjadi direktur pada beberapa anak perusahaan PT Jababeka Tbk sejak tahun 2007. Ia menyelesaikan studi di Universitas Atmajaya Jogjakarta.

Lahir pada tanggal 23 Maret 1967, Tjahjadi Rahardja baru berusia 48 tahun. Ia ditunjuk menjadi Direktur PT Jababeka Tbk sejak tahun 2014 dan pernah menjabat sebagai Direktur di PT Banten West Java Tourism Development sejak tahun 1994. Ia menyelesaikan studi teknik elektro di Carnegie Mellon University, Amerika Serikat dan tercatat sebagai anggota dewan Universitas Presiden sejak tahun 2002 hingga saat ini.

Menduduki posisi sebagai anggota Dewan Direksi termuda adalah Sutedja Sidarta Darmono, pria kelahiran 20 Mei 1981 ini baru berusia 34 tahun. Sutedja ditunjuk menjadi Direktur PT Jababeka Tbk di tahun 2014 dan menjabat sebagai Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk, sejak tahun 2013. Ia pernah menjadi Direktur Keuangan Bakerzin Food Service Management Co Ltd di Shanghai, Tiongkok, sejak tahun 2006. Sutedja menyelesaikan studi akuntansi di Monash University, Australia.

Setiawan Mardjuki, 50 tahun, lahir pada tanggal 27 Oktober 1964. Bergabung sejak tahun 1994 sebagai Direktur hingga saat ini di PT Banten West Java Tourism Development, anak perusahaan PT Jababeka Tbk yang diakuisisi pada tahun 2011 dan kemudian menjabat sebagai Direktur Utama PT Grahabuana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk pada tahun 2012 – 2013. Di tahun 2013, beliau bergabung dengan PT Plaza Indonesia Jababeka sebagai Direktur sampai saat ini.

Sedangkan di jajaran Dewan Komisaris baru diisi oleh Ketut Budi Wijaya, 59 tahun, seorang profesional yang memiliki keahlian dan kompetensi yang mendalam di bidang akuntansi dan keuangan perusahaan serta sarat akan pengalaman di berbagai aspek bisnis yang diperolehnya dengan menempati berbagai posisi kunci di Grup Lippo diantaranya di PT Lippo Karawaci Tbk, PT Matahari Putra Prima Tbk, PT Multipolar Tbk dan PT Bank Lippo Tbk. Selain sebagai Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Siloam International Hospitals Tbk, Presiden Komisaris PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, Presiden Komisaris PT Lippo Cikarang Tbk. Ia juga menjabat sebagai Direktur Non Eksekutif di Bowsprit Capital Corporation Limited, Singapore.

Dengan masuknya Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris, maka jajaran Dewan Komisaris Perseroan saat ini diisi oleh Setyono Djuandi Darmono sebagai Komisaris Utama, Bacelius Ruru sebagai Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Gan Michael sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen, dan Hadi Rahardja serta Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris.

Regenerasi dalam Perseroan ini diharapkan dapat memajukan dan membawa Perseroan menjadi lebih baik. Sehingga, prospek Perseroan di tahun 2015 dapat tercapai dan Perseroan dapat terus bertahan di tengah tantangan ekonomi nasional dan global serta mendorong peningkatan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada Perseroan secara berkesinambungan.

JABABEKA REGENERATION

Tinggalkan Balasan