fbpx

Kunjungan dan Dialog Iklim Investasi antara BKPM dan Pengusaha

Kota Jababeka, Cikarang, 31 Oktober 2013 – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan kunjungan ke Kawasan Industri Jababeka dan dialog dengan pengusaha-pengusaha yang tergabung dalam Kawasan Industri Jababeka. Kunjungan dan dialog ini, dilakukan oleh Mahendra Siregar, Kepala BKPM Republik Indonesia, dan dihadiri oleh Tanto Kurniawan, selaku Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk.

Indonesia yang menjadi salah satu negara utama tujuan investasi dunia memiliki keunggulan kekayaan sumber daya alam, juga pasar domestik luas dan tumbuh secara cepat, serta profil global yang terus meningkat. Hanya saja akhir-akhir ini beberapa aktifitas yang terkait permasalahan ketenagakerjaan, secara tidak langsung berdampak pada terhambatnya iklim investasi kondusif. Meningkatnya aksi demonstrasi menyusul adanya tuntutan dan keinginan serikat pekerja terhadap peningkatan upah pun, menjadi perhatian utama berbagai pihak.

Acara diawali dengan kunjungan ke salah satu perusahaan dan tenant Kawasan Industri Jababeka, yakni PT Unilever Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan acara dialog dan diskusi yang berlangsung di President Executive Club, Kota Jababeka, Cikarang.

Saat ini, isu investasi tidak hanya terbatas pada proses perizinan, dan insentif, melainkan juga menyangkut lingkungan hidup dan ketenagakerjaan, serta otonomi daerah. Dalam dialog yang dimoderatori oleh Eka Budianta ini, BPKM sebagai salah satu unsur pemerintah yang bertanggung jawab terhadap investasi di Indonesia, melihat bahwa perlu adanya sinergi semua pihak dalam upaya menjaga iklim investasi kondusif.

Mahendra Siregar mengatakan bahwa Indonesia tengah berada dalam masa transisi menuju Universal Health Care melalui BPJS. Dengan terpenuhinya social protection diharapkan dapat mengurangi permasalahan pengupahan. “Nantinya jika kesehatan dan asuransi kesehatan telah terjamin, maka upah akan menjadi tolok ukur produktivitas dan nilai tambah suatu pekerjaan. Sehingga perdebatan publik mengenai upah akan menjadi rasional,” ungkap Mahendra. Mahendra juga menekankan bahwa untuk mencapai iklim investasi kondusif, tentunya semua pihak perlu mengetahui dan fokus pada pokok permasalahannya, dan secara bersama-sama menjadi bagian dalam upaya mencari solusi dari persoalan tersebut.

Dalam sambutannya Tanto Kurniawan mengatakan bahwa Jababeka menyambut baik terhadap kunjungan ini, dan berperan memfasilitasi terselenggaranya acara dialog Iklim Investasi. “Peran Jababeka tidak hanya sebatas sebagai pengembang, tetapi kami juga memiliki misi untuk dapat menciptakan kondisi yang kondusif melalui pembinaan suatu hubungan baik dalam kawasan. Dengan demikian kawasan Jababeka dapat menjadi suatu kawasan yang tangguh tak hanya di Indonesia, tetapi juga di di Asia. Kami berharap acara ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,” ujar Tanto. Tanto juga mengungkapkan bahwa, Indonesia sangat mampu bersaing dengan negara lainnya.

Dalam dialog yang juga turut dihadiri beberapa perwakilan serikat pekerja, Mahendra menghimbau bahwa semua pihak harus dapat saling menghargai dan menghormati hak seseorang untuk bekerja sebagai hak asasi manusia.

File Attachment : Click here to view 

Kunjungan dan Dialog Iklim Investasi antara BKPM dan Pengusaha

Tinggalkan Balasan