Permintaan Melambat Tanpa Tarik pada Target Penjualan Jababeka yang Rp2t
Jababeka, sebuah perusahaan kawasan industri, akan mempertahankan target pemasaran setahun penuh tidak berubah tahun ini meskipun permintaan melambat.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, perusahaan mengatakan akan mempertahankan target Rp2 triliun ($ 176 juta) untuk penjualan unit properti yang masih dalam pembangunan.
“Penjualan kuat dari sektor perumahan dan komersial Jababeka dalam empat bulan sisa 2013 akan mengimbangi potensi penurunan penjualan lahan industri,” kata perusahaan itu dalam pernyataannya.
Perusahaan membangun proyek sektor perumahan dan komersial termasuk bangunan bertingkat tinggi, ruko, kompleks perumahan, dan pusat perbelanjaan, dan menargetkan segmen menengah dan kelas atas.
Pada periode Januari hingga Agustus, perusahaan membukukan penjualan real estat Rp 1,24 triliun, naik 44 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Pengembangan industri di Cikarang, Jawa Barat, dan Cilegon, Banten, merupakan 70 persen dari total penjualan untuk periode tersebut, sementara penjualan residensial dan komersial berkontribusi sisanya.
Selama paruh pertama tahun ini, perusahaan membukukan pendapatan Rp 1,51 triliun, lebih dari dua kali lipat Rp 730 miliar di semester pertama tahun lalu. Laba bersihnya tumbuh 64 persen menjadi Rp 337 miliar di semester pertama tahun ini.
Dalam laporan yang dirilis awal bulan ini, Melvina Wildasari, seorang analis Trimegah Securities mengatakan Jababeka tetap menjadi salah satu pilihan saham teratas di sektor properti.
“Dalam perspektif jangka panjang kami, Jababeka memiliki pendapatan paling berkelanjutan yang berasal dari infrastrukturnya, seperti pembangkit listrik dan pelabuhan kering, dibandingkan dengan para pemain kawasan industri lainnya,” kata Melvina.
Perusahaan saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga gas 130 megawatt kedua.
Penghasilan berulang akan membuat sekitar setengah dari pendapatan perusahaan untuk tahun ini.
Saham Jababeka turun 1,8 persen menjadi Rp 270 pada hari Jumat, sedangkan indeks saham utama kehilangan 1,9 persen.
Kawasan industri Jababeka, yang terletak di Cikarang, adalah rumah bagi banyak produsen alat berat.
Sumber: Jakarta Globe
