PRESS RELEASE-KAWASAN INDUSTRI KENDAL TINGKATKAN DAYA SAING KABUPATEN KENDAL
Sejak berdiri tahun 1989, PT Jababeka Tbk terus membangun reputasinya sebagai pengembang kawasan industri. Selama 25 tahun, Jababeka berhasil mengembangkan Kawasan Industri Terbesar di Asia Tenggara, Kota Jababeka di Cikarang, Jawa Barat, menjadi sebuah kota mandiri yang terintegrasi (fully integrated township).
Berbekal keunggulan dan pengalaman dalam membangun fully integrated township, maka di tahun 2014 Jababeka mencanangkan visi dan misi baru, yaitu menciptakan kota mandiri di setiap provinsi di Indonesia. Kini, salah satu wilayah yang menjadi fokus utama untuk dikembangkan Jababeka adalah kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Jababeka menggandeng pengembang kota asal Singapura, Sembcorp Development Indonesia Ltd untuk membangun Kawasan Industri Kendal di atas lahan seluas 2.700 hektar dan dimulai pembangunan 1.000 ha untuk tahap pertama.
Kendal memiliki lokasi yang strategis untuk bisnis, dengan jarak sekitar 21 kilometer dari ibukota Jawa Tengah Semarang, 25 kilometer dari pelabuhan Tanjung Emas Internasional, dan 20 kilometer dari bandara Ahmad Yani Semarang International. Kendal juga memiliki pelabuhan yang sedang dibangun untuk menjadi pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan niaga.
Dengan jumlah penduduk sebanyak 32 juta jiwa, Kendal memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berlimpah untuk ditawarkan kepada para pengusaha industri. Keunggulan SDM Kendal antara lain tenaga kerja berusia muda dan terlatih, labour cost yang kompetitif dibandingkan provinsi Jawa Barat maupun Jawa Timur, serta didukung oleh banyaknya lulusan sarjana-sarjana dari perguruan tinggi dan lulusan-lusan tenaga ahli (skill labor) yang siap pakai dari sekolah kejuruan setempat.
Saat ini Kendal memiliki potensi bisnis yang lebih banyak bertumpu pada sektor industri agrobisnis, tekstil, makanan, jamu dan Industri UKM / Rumah Tangga. Beberapa komoditas unggulan Kendal adalah kopi, jagung, tembakau, cengkeh, dan karet. Sedangkan potensi-potensi lainnya meliputi batik tulis, bordir, kerupuk rambak, dan ikan bandeng.
Potensi bisnis Kendal akan semakin meningkat dengan keberadaan Kawasan Industri Kendal di masa depan. Kawasan Industri Kendal dirancang sebagai kawasan industri berstandar internasional dengan konsep pengembangan “mixed-use” yang meliputi penyediaan: lahan industri, Bangunan Industri Siap Pakai (SFB), hunian, dan bangunan Komersial (RUKO).
Infrastruktur dan fasilitas pendukung yang akan dibangun mencakup: jalan kawasan sesuai standar internasional, saluran drainase untuk menjamin kawasan bebas Banjir, pembangkit listrik, pusat pengolahan air bersih, pusat pengolahan air limbah, sarana olahraga dan hiburan , kompleks pendidikan, dsb.
Untuk pelayan kepada para tenant nantinya, PT Kawasan Industri Kendal, menyediakan pelayanan “one-stop service” yang meliputi antara lain: layanan perizinan, layanan logistik, layanan keamanan, bantuan SDM, dsb.
Pembangunan Kawasan Industri Kendal merupakan wujud nyata komitmen Jababeka dalam membantu membangun kota baru yang mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru serta memajukan Bangsa Indonesia. Jababeka berharap dengan semakin banyaknya kota mandiri baru seperti Kota Jababeka Cikarang dan Kendal di masa depan, semakin banyak juga investor lokal dan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia.
Tentang PT Jababeka, Tbk
PT Jababeka Tbk didirikan pada tahun 1989 dan merupakan perusahaan publik pengembang kawasan industri pertama di Indonesia. Pengembangan utama perusahaan adalah Kota Jababeka, 30 km dari kota Jakarta, dengan bentang Kota terintegrasi mencakup lebih dari 5.600 hektar. Selama 25 tahun terakhir, telah menjelma menjadi komunitas yang berkembang dengan populasi lebih dari 1 juta orang.
Kota Jababeka juga tempat berlokasi bagi lebih dari 1.650 perusahaan lokal dan multinasional dari 30 negara (antara lain Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belanda) yang mempekerjakan lebih dari 767.000 pekerja lokal dan asing. Para investor utama meliputi perusahaan multinasional seperti ICI Paints, Mattel, Samsung, Unilever, United Tractors, Akzo Nobel, dan Nissin Mas.
Saat ini, struktur bisnis perusahaan dapat dibagi menjadi 3 segmen utama yaitu: pengembangan lahan, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan leisure. Segmen ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kota-kota modern dan menjadi kunci keberhasilan dalam merealisasikan visi perusahaan untuk menciptakan kota-kota di Indonesia.
