Jadi Chairman KIMA, SD Darmono Ajak Pengusaha Korea Investasi di Indonesia

Setyono Djuandi Darmono, chairman dari Korea Indonesia Management Association (KIMA), sukses memperkenalkan KIMA kepada pengusaha Korea di Ritz Carlton, Kamis (5/12/) lalu. Dia mengajak para pengusaha Korea berinvestasi di Indonesia karena masih banyak potensi bisnis yang bisa dikembangkan di Indonesia.

Tujuan KIMA sendiri ialah menjembatani perusahaan-perusahaan Korea yang ingin berbisnis dan investasi di Indonesia karena catatan investasi besar perusahaan Korea di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Darmono – begitu biasa disapa – berharap kehadiran KIMA bisa membantu mempermudah pengusaha Korea yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

“Saya percaya, sangat penting untuk membawa manajemen setiap kota antar negara yang kita bisa convert dari orang asing menjadi teman, untuk bisa menjadi partner kita, untuk pengembangan dua negara di masa depan,” terangnya, di Ritz Carlton Ballroom, Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Pusat.

Apalagi, lanjut Darmono, saat ini Korea sedang menerapkan kebijakan “New Southern Policy”. Di mana akan banyak pabrik-pabrik di Korea pindah ke Asia Tenggara, termasuk masuk ke Indonesia. “Dan ini peluang yang sangat baik, kita bisa terapkan kebijakan lewat asosiasi baru ini. Kita bisa membawa kesejahteraan bagi kedua negara,” terang pria yang juga menjabat chairman Jababeka Group ini.

Adapun Jababeka Group siap membantu para pengusaha Korea yang tergabung di KIMA dan ingin mengembangkan bisnis di Indonesia. Itu karena Jababeka Group merupakan perusahaan pengembangan area baru yang memberi kemudahan investasi lewat membantu pengurusan perizinan usaha dan pendirian usaha.

“Spesialisasi perusahaan saya ialah mengembangkan kawasan baru yang lengkap, baik industri, hunian, komersial, hospitality, sekolah. Dan semua terintegrasi menjadi sebuah kota untuk membantu investasi masuk ke Indonesia dan investor merasa seperti rumah sendiri tanpa perlu dapat hambatan saat membeli lahan dan mendapatkan perizinan,” urai Darmono.

Contoh kawasan yang berhasil yang dikembangkan Jababeka Group ialah Kota Jababeka Cikarang. Jababeka Group berhasil menyulap lahan kosong seluas 5.600 hektare menjadi kawasan industri modern pada tahun 1989 yang kemudian tumbuh menjadi kota mandiri. Saat ini dihuni lebih dari 2000 tenant baik multinasional maupun nasional yang berasal dari lebih 30 negara. Dan populasi masyarakat yang tinggal di sana sudah sekitar 1 juta jiwa.

Sekarang Jababeka Group sedang mengembangkan di daerah Kendal dengan membangun kawasan industri sebagai awalan. Pada titik ini, hal ini menjadi kesempatan bagi pengusaha Korea untuk melakukan bisnis. Karena harga tanah dan upah karyawan di Kendal relatif lebih murah dibanding Cikarang.

“Kemudian, kami juga mengembangkan kota mandiri berbasis pariwisata, yaitu di Tanjung Lesung-Banten. Di sana Jababeka Group mengembangkan resort, hotel, dan aktivitas laut yang menyenangkan,” tambah penulis buku Bringing Civilization Together ini.

Selanjutnya, Jababeka Group juga sedang mengembangkan Pusat Logistik di Pulau Morotai. Itu karena lokasi Pulau Morotai sangat strategis, yaitu di sebuah lokus jalur perdagangan antar negara dan antar benua. Jika berdiri Pusat Logistik di sana, Morotai akan menjadi tempat perdagangan entrepot (pelabuhan perlintasan kapal) untuk negara yang berada di kawasan Asia-Pasifik dan logistik hub di kawasan Asia. “Dampaknya, bisa memotong biaya ekspor-impor negara yang ingin mengirim barang, “ urai Darmono.

Ia menambahkan bahwa besarnya negara Indonesia yang memiliki 17.000 pulau menunjukkan tingginya peluang pengusaha Korea bisa melakukan bisnis dan hadirnya KIMA saat ini diharapkan bisa membantu agar investasi di Indonesia bisa cepat terealisasi.

“Saya berharap dengan hadirnya asosiasi ini, kita bekerja sama melakukan bisnis dengan mengemabangkan usaha-usaha untuk menghadapi trade war. Kita bisa berkolaborasi untuk mendapatkan agar kedua negara bisa mendapat kehidupan yang lebih baik,” tutup Darmono.

Jadi Chairman KIMA, SD Darmono Ajak Pengusaha Korea Investasi di Indonesia

Tinggalkan Balasan