KIJA Mengumumkan Q2 2018

PT Jababeka Tbk (“KIJA”) mencatat total pendapatan sebesar Rp 928 miliar untuk paruh pertama tahun 2018, turun 43% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Pilar Pengembangan Tanah & Properti Perusahaan melihat pendapatan menurun 61% menjadi Rp 226 miliar per 1H18, terutama karena pengurangan 82% dalam penjualan bidang tanah dan tanah dengan bangunan industri karena kelemahan umum di pasar properti industri dan kondisi pasar yang lebih ketat secara keseluruhan. Selain itu, 2Q18 sendiri juga dipengaruhi oleh bulan puasa Islam dan perayaan Idul Fitri, yang mengurangi kuartal kedua menjadi efektif 2 bulan. Pada saat yang sama, penjualan properti residensial dan komersial meningkat 124% karena Cikarang terus membuktikan dirinya sebagai lokasi ideal untuk fasilitas dan aktivitas komersial dan hidup.

Pendapatan Pilar Infrastruktur menurun 33% menjadi Rp 648 miliar, yang terutama disebabkan oleh status Shutdown Reserve dari pembangkit listrik Bekasi Power (BP) yang menyebabkan penurunan penjualan ke PLN, meskipun sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan 1Q18 yang dibuktikan dengan 81 % peningkatan pendapatan QOQ karena PLN meminta lebih banyak listrik selama kuartal kedua 2018. Pilar Kenyamanan & Perhotelan KIJA mencatat penurunan 5% dalam pendapatan menjadi Rp 54 miliar pada paruh pertama 2018.

Pendapatan berulang dari pilar Infrastruktur berkontribusi 70% terhadap total pendapatan pada paruh pertama 2018, dibandingkan dengan 60% pada  1H17  karena kontribusi dari Pengembangan Tanah & Properti turun lebih dari porsi berulang dari Infrastruktur.

Laba kotor Perusahaan turun 43% menjadi Rp 401 miliar di  1H18 , sejalan dengan penurunan pendapatan. Pada saat yang sama, margin laba kotor konsolidasi KIJA untuk paruh pertama tahun 2018 tercatat sebesar 43%, dibandingkan dengan 39% pada tahun 2017. Peningkatan ini terjadi karena margin kotor yang lebih tinggi dari Infrastruktur, yang meningkat dari 24% pada  1H17  menjadi 37 % di  1H18 , terutama karena margin yang lebih tinggi dari segmen listrik, sedangkan Real Estate & Properti melihat marginnya tetap datar di 63% di  1H17 dan 1H18 .

KIJA mencatat kerugian bersih sebesar Rp 250 miliar pada semester pertama tahun 2018 dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp 219 miliar pada periode yang sama tahun 2017. Alasan utama penurunan ini adalah keseluruhan lemahnya kontribusi Pengembangan Tanah dan Penjualan Properti, yang memiliki berdampak negatif terhadap laba kotor Perusahaan dan selanjutnya laba bersih. Selain itu, dampak keuntungan dan kerugian valuta asing (valas) sangat besar karena pada  1H17  KIJA mencatat keuntungan valas sebesar Rp 29 miliar dibandingkan dengan kerugian valas sebesar Rp 235 miliar pada 1H18. Jumlah ini adalah jumlah dari keuntungan / kerugian forex finansial dan keuntungan dari kontrak lindung nilai kami, serta operasi keuntungan dan kerugian forex, yang dapat ditemukan di bagian pendapatan / pengeluaran keuangan dan pendapatan / beban lain dari  laporan keuangan 1H18 kami  .

EBITDA Perusahaan mencapai Rp 280 miliar, yang sebagian besar berasal dari pilar Infrastruktur dengan Rp 242 miliar.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi:

Sekretaris Perusahaan 
Muljadi Suganda 
E: muljadi@jababeka.com P: 572 7337 ext 678

Hubungan Investor 
Tim Beekelaar 
E: tim_beekelaar@jababeka.com P: 572 7337 ext 565

PS Silakan akses laporan keuangan 1H18 kami di IDXnet dengan mengakses tautan berikut: 
http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/Corporate_Actions/New_Info_JSX/Jenis_Informasi/01_Laporan_Keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan % 202018 / TW2 / KIJA / FS% 20KIJA% 20Q2-2018.pdf  atau melalui  http://www.idx.co.id/en-us/listed-companies/financial-statements-annual-report/dan cari KIJA .

KIJA Mengumumkan Q2 2018

Tinggalkan Balasan