fbpx

Kurangi Pengangguran, Jababeka dan Telkom Buat Program Pengembangan Kompetensi Kerja Bagi Millenial

Indonesia memiliki lima juta pengangguran dengan persentase terbesar disumbang oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jumlah pengangguran itu diperkirakan akan meningkat pada tahun 2020 akibat dampak virus corona. Menurut Badan Pusat Statistik, penyebab terbesar dari munculnya angka pengangguran tersebut dikarenakan keterampilan yang dimiliki tak sesuai kebutuhan. 
 Melihat fenomena tersebut, Jababeka Group dan Telkom Indonesia tak tinggal diam. Mereka berkolaborasi membuat sebuah program pengembangan kompetensi dan penyaluran kerja bagi milenial. Apakah milenial yang mencari kerja, pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja, atau pun pekerja yang butuh peningkatan kompetensi. Dengan hadirnya program tersebut, diharapkan mampu menciptakan alumni yang terampil dan relevan dengan kebutuhan industri sehingga mampu menekan angka pengangguran di Indonesia. 
 Keseriusan program ini dibuktikan lewat penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Jababeka Group dan Telkom. Penandatanganan dilakukan via online dalam meeting virtual bertajuk Peresmian Kerjasama Telkom & Jababeka dalam Peran Meningkatkan Kompetensi SDM Indonesia, Rabu (20/5/2020). 
 Pasca penandatanganan MoU ini, Jababeka Group-Telkom akan menjalankan 3 program, yaitu Online Class Training, Offline Training, dan Property for Millennial Pra Kerja: Dapat Kerja Dapat Rumah. Program pengembangan kompetensi akan dikemas melalui bootcamp. Kemudian, Jababeka Group dan Telkom akan membantu menyalurkan para alumni ke perusahaan Telkom dan 1700 perusahaan yang berada di Kota Jababeka saat ini. 
 Selama pendidikan, peserta tak dikenakan biaya, namun ada sharing agreement. Artinya, setelah peserta mendapat kerja, dan memiliki pendapatan, mereka bisa mencicil pendidikan yang telah didapat. Bahkan nanti ada opsi untuk bisa melanjutkan pendidikan formal juga, yaitu di pendidikan S1 di President University ataupun Telkom University. 
 “Bagi mereka yang daftar program ini kita seleksi dulu. Dan saat dia dapat kerja dari pelatihan ini dan berpenghasilan, mereka juga bisa menyewa atau mencicil properti yang dimiliki Jababeka,” ungkap Alfa Putra Kurnia selaku CEO Arkademy
Ia menambahkan, untuk standarisasi dan distribusi ke market akan dilakukan Pijar Mahir, mulai dari produksi video, penyiapan kurikulum dan silabus, sampai ke feedback-nya melalui www.pijarmahir.com. 
Sementara kebutuhan instruktur akan dibantu oleh Learning Center Jababeka Group, yaitu Akademi Komunitas Presiden, President University (PU), President Development Center (PDC), dan Jababeka Learning Center (JLC). “Tim ini termasuk juga untuk penyelenggaraan offline training atau bootcamp. Output dari semua ini apa? Ready to work graduates, kelas karyawan PU, dan Jababeka property,” urai Alfa. 
Faizal Rochmad Djoemadi selaku Direktur Digital Business Telkom Indonesia mengaku antusias dan tak sabar untuk menjalankan kerja sama ini. Karena kerja sama Jababeka-Telkom sangat penting untuk kedua perusahaan bisa bertahan di masa COVID-19. Di mana perlahan-lahan behavior consumer berubah akibat wabah COVID-19. 
Ada dua perubahan perilaku dari empat perubahan yang harus diantisipasi oleh Telkom karena Telkom merupakan bisnis yang bergerak di ranah digital, yaitu stay at home lifestyle dan go virtual. “Semua orang saat ini mulai terbiasa beraktivitas di rumah, mulai dari bekerja, belajar dan tidak perlu ketemu tatap muka, semua sudah bisa selesai melalui virtual. Lebih efisien dan bisa saving cost,” urai Faizal. 
Bahkan, kata Faizal, diperkirakan gaya hidup tersebut akan berlanjut setelah wabah selesai. Oleh karenanya, proyeksi bisnis yang ingin dicapai Telkom di 2021-2024 harus dikebut setahun lebih cepat untuk mengantisipasi perubahan perilaku masyarakat yang lain. 
“Dengan penandatangan ini, kami berharap di tahap awal, terkait konten-konten skill yang diproduksi bisa memperkaya Pijar Mahir, salah satu platform yang dipakai Pra Kerja. Konten yang dibutuhkan pemerintah ada 3 tahap, yaitu skill level satu, dua dan tiga. Sejauh ini yang sudah dikurasi tim Pra Kerja baru tahap satu, yaitu konten low skill atau kemampuan dasar. Sedangkan untuk konten level dua dan tiga masih menunggu pemerintah mengurasi kembali,” terang Faizal.   
“Saya pun sudah melihat konten yang dibuat di Jababeka, yaitu AKP, PU, JLC dan PDC. Dengan konten yang dibuat 4 institusi yang dihasilkan program ini, semoga saat masuk konten level kedua dan ketiga, Pijar Mahir akan bisa menyediakannya,” tambahnya. 
Hal senada juga disampaikan oleh Sutedja Sidarta Darmono selaku Direktur PT Jababeka Tbk. Ia mengakui bahwa peningkatan kompetensi merupakan kunci penting agar seseorang bisa bertahan dalam masa COVID-19. Hal itu pula telah menjadi fokus dari Jababeka Group agar kemampuan pekerja bisa terus relevan dengan kebutuhan industri yang begitu dinamis. 
“Dalam sisi Jababeka, kami ingin membuat Silicon Valley di Indonesia. Kita bisa membawa itu ke Cikarang. Kalau kita belajar dari Amerika Serikat, kita akan bergerak ke industri 4.0 dan 5.0. Dalam kondisi seperti sekarang, pengembangan industri 4.0 harus lebih dipercepat. Untuk itu perlu peningkatan sumber daya manusia, sebab jika mereka tidak mengikuti perkembangan teknologi, mereka akan kesulitan. Untuk itu, Jababeka siap mendukung tempat dan konten yang dibutuhkan bagi pelatihan ini,” urainya. 
Sementara Setyono Djuandi Darmono selaku chairman and founder Jababeka Group dan President University, berharap kerjasama ini bisa secepatnya terlaksana dan mampu memberi dampak besar kepada masyarakat. Karena pemerintah sangat membutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk menangani corona – seperti yang Jababeka-Telkom lakukan sekarang. 
Ia menilai bahwa antara Jababeka dengan Telkom memiliki dua kelebihan yang kalau disinergikan tak hanya akan meningkatkan skill bagi milenial, tapi juga pemecahan masalah pengangguran yang sedang dihadapi negara Indonesia. 
“Banyak hal di Indonesia yang kalau kita bisa kembangkan akan menjadi mahal. Contohnya, kami banyak bergerak di bidang properti, tapi kalau tidak ditunjang dengan infrastruktur, maka nilainya tidak bisa besar. Oleh karenanya, saya optimis kerjasama ini bisa memberi kemajuan luar biasa, salah satunya membantu menekan angka pengangguran,” ungkap Darmono. 
Lantas, kapan program ini launching
“Kami akan membuka pendaftaran di minggu keempat bulan Juni di website www.arkademy.com/jababeka. Untuk proses seleksinya akan ditangani oleh tim arkademy,” tambahnya. 
Adapun dalam meeting virtual tersebut diikuti juga oleh Erman Soeparno selaku Kepala Akademi Komunitas President,Prof., Dr Jony Oktavian Haryanto selaku Rektor President University, Prof., Dr. Adiwijaya selaku Telkom University, Dr. Prasabri Pesti selaku Head of Tribe Education, Reza Widyaprasta selaku HR Director Jababeka & Co. Dr. Dida Diah Damayanti, Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan dan alumni Telkom University, dan Dr. Lia Yuldinawati selaku Direktur Kerjasama Strategis Telkom University. Hal itu karena organisasi yang dipimpin mereka merupakan pihak yang ikut andil dalam kerja sama ini.
Kurangi Pengangguran, Jababeka dan Telkom Buat Program Pengembangan Kompetensi Kerja Bagi Millenial