Pendapatan 9M17 KIJA Meningkat 20%

Pendapatan 9M17 KIJA Meningkat 20%

PT Jababeka Tbk (“KIJA”) mencatat total pendapatan konsolidasi sebesar Rp 2.329,4 miliar dalam sembilan bulan pertama 2017, meningkat 20% dibandingkan periode yang sama 2016. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh Pengembangan & Properti Tanah Perusahaan dan pilar bisnis Infrastruktur, yang melihat pendapatan meningkat masing-masing 23% dan 20% dari tahun ke tahun. Pengembangan & Properti Tanah terutama didorong oleh peningkatan kontribusi pendapatan dari Kendal, yang meningkat hampir sepuluh kali lipat dari Rp 29,4 miliar pada 9M16 menjadi Rp 269,7 miliar per 9M17 di belakang peningkatan penjualan.
 
Selama periode yang sama, kontribusi pendapatan dari pembangkit listrik, bagian dari pilar Infrastruktur, meningkat 25% dari Rp 918,7 miliar per 9M16 menjadi Rp1.149,1 miliar pada 9M17 terutama karena pembangkit listrik beroperasi pada kapasitas penuh pada 2017 sedangkan bagian dari kuartal kedua dan ketiga 2016 pabrik beroperasi di setengah kapasitas karena kebocoran di salah satu boiler – yang sepenuhnya diperbaiki pada Agustus tahun lalu. Total pendapatan berulang dari bisnis infrastruktur Perusahaan (listrik, pelabuhan, air) sama dengan 63% dari total pendapatan pada 9M17, sama dengan 9M16.
 
Sebagian besar sejalan dengan pendapatan, laba kotor Perusahaan meningkat dari Rp 742,0 miliar di 9M16 menjadi Rp 857,7 miliar di 9M17, meningkat 16%. Pada saat yang sama, marjin laba kotor konsolidasi Perusahaan sedikit menurun; dari 38% di 9M16 menjadi 37% di 9M17. Pengurangan ini terutama merupakan hasil dari margin laba kotor yang lebih rendah dari pilar Land Development & Property di 9M17 sebesar 61%, dibandingkan dengan 74% di 9M16. Margin yang lebih rendah ini terutama merupakan hasil dari lebih banyak kontribusi dari penjualan di Kendal, yang rata-rata memiliki margin yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Cikarang. Margin laba kotor pilar Infrastruktur meningkat dari 20% di 9M16 menjadi 23% di 9M17, sedangkan margin laba kotor untuk pilar Kenyamanan & Perhotelan meningkat dari 41% di 9M16 menjadi 46% di 9M17.
 
Laba bersih KIJA untuk periode yang sama pada 9M17 tercatat sebesar Rp 165,7 miliar; penurunan sebesar 52% dibandingkan dengan sembilan bulan pertama 2016. Hal ini terutama disebabkan oleh keuntungan besar valuta asing bersih (valas) sebesar Rp 186,3 miliar pada 3 kuartal pertama 2016, dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp 22,0 miliar pada tahun yang sama. periode 2017. Tidak termasuk keuntungan valas seperti itu, laba bersih Perusahaan untuk periode tersebut sebenarnya akan meningkat 18% dari Rp 158,8 miliar menjadi Rp 187,7 miliar. Jumlah ini adalah jumlah dari keuntungan / kerugian forex operasional dan finansial dan keuntungan / kerugian dari kontrak lindung nilai kami. Rincian ini dapat ditemukan di bagian keuangan dan pendapatan dan pengeluaran lainnya dalam laporan keuangan 9M17 kami.
 
Sebagian besar sejalan dengan pendapatan dan laba kotor Perusahaan, EBITDA KIJA di 9M17 mencapai Rp 672,3 miliar, meningkat 15% dibandingkan dengan Rp585,8 miliar yang dicapai dalam sembilan bulan pertama 2016. 
  
Harap hubungi jika Anda memiliki pertanyaan dan / atau komentar. 
 
Terima kasih atas perhatian Anda, 
Tim Beekelaar 
 
P.S. Silakan akses  laporan keuangan 1H17 kami  di IDXnet dengan mengakses tautan berikut:  http://www.idx.co.id/ StaticData / NewsAndPengumuman / PENGUMUMAN / From_EREP / 201711 / 20171130151116-8837-0 / Laporan% 20Keuangan% 20Konsolidasian% 20KIJA% 20Q3% 20-% 202017.pdf  atau melalui  http: // www.idx.co.id/en-us/home/perusahaan terdaftar / pengumuman. aspx  dan cari KIJA.

Pendapatan 9M17 KIJA Meningkat 20%

Tinggalkan Balasan