Reaktivitasi Rel Kereta Api Cilegon-Tanjung Lesung Akan Dimulai 2021

Tahap konstruksi dari program reaktivasi rel kereta  Rangkasbitung-Labuan, Provinis Banten, dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2021. Hal itu karena pada tahun 2020 akan difokuskan pada pembebasan lahan supaya proses konstruksi di tahun 2021 bisa berjalan lancar.

“Sebenarnya direncanakan tahun 2020. Karena lahan belum bebas, maka digeser ke 2021,” kata Jumardi, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta-Banten, sebagaimana dilansir dari Tempo, Rabu (1/8/2020)

Adapun reaktivasi merupakan satu dari beberapa rel lama peninggalan Belanda yang akan diaktifkan kembali oleh Kementerian Perhubungan. Selain jalur tersebut, menurut Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perkeretaapian,  reaktivasi akan juga dilakukan pada jalur Cilegon-Tanjung Lesung. 

Keduanya sama-sama diarahkan sebagai akses menuju Tanjung Lesung yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata Bali Baru dan kini telah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata.

Pemerintah sampai merogoh kocek sampai sebesar Rp 80,9 miliar untuk membangun sejumlah infrastruktur dasar, seperti jalan. Sementara untuk pembangunan fasilitas pendukung, pemerintah mencari investor yang bersedia berinvestasi.

Namun demikian, masih ada pembangunan rel lain, yaitu rel ganda Rangkasbitung-Merak. Tapi Jumardi memastikan untuk fokus me-reaktivasi rel kereta api dari Rangkasbitung ke Pandeglang, hingga Labuan. Di mana tahap pertama pembangunan dilakukan segmen 1, yaitu Rangkasbitung ke Pandeglang.

Reaktivitasi Rel Kereta Api Cilegon-Tanjung Lesung Akan Dimulai 2021

Tinggalkan Balasan