fbpx

Transformasi Jababeka, TOD City yang Saling Terkoneksi

Saling terhubung. Inilah mimpi besar PT Jababeka Tbk mengadopsi nilai-nilai dan gaya hidup baru dalam pengembangan kawasan perumahan skala kota berbasis industri, Jababeka City, di Bekasi, Jawa Barat.
Mereka tidak hanya bertumpu pada prinsip “bangun-jual-serah terima”, melainkan terus melakukan upaya transformasi demi tetap relevan dengan dinamika zaman dan kebutuhan serta preferensi pasar. Upaya yang tengah dilakukan itu adalah menjadikan Jababeka City sebagai TOD City dengan penekanan pada konsep transit oriented development.
Kepada Kompas.com, Jumat (12/6/2010), Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja Sidarta Darmono menuturkan, Jababeka ini akan menjadi TOD City yang dilengkapi beragam fasilitas dan moda transportasi publik.
“Semua terintegrasi atau terhubung dengan transportasi publik yang memudahkan penghuni, karyawan, atau siapa pun yang datang berkunjung dan berbisnis ke TOD City ini,” urai Sutedja.
Terdapat lima prinsip utama dalam TOD City yang harus ada yakni terkoneksi dan terintegrasi dengan hunian, menciptakan ruang yang khas, kemudahan akses-skala-penyerapan, kombinasi dari ragam perbedaan, serta lebih berkelanjutan dan gaya hidup lebih sehat.
TOD City, lanjut dia, merupakan konsep yang akan mengubah pola pengembangan kawasan di Koridor Timur Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Hal ini karena Koridor Timur Jakarta memiliki jaringan transportasi terbesar, dan terlengkap dengan “kebetulan” sejumlah titik simpul pertemuannya berujung dan bermula di Jababeka City.
“Kami hanya memanfaatkan suatu kebetulan itu yang justru bisa menjadi manfaat bagi banyak orang,” imbuh Sutedja.
Kendati demikian, Sutedja menekankan, kebetulan itu bukan semata kebetulan melainkan telah melalui proses kerja keras, inovasi, dan kreativitas untuk menyelaraskan perencanaan dengan program pemerintah menjadikan Jababeka sebagai TOD Center.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah saat ini tengah mempercepat sejumlah insfrastruktur yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni Light Rail Transit Trase Jakarta-Bekasi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang direncanakan dibangun hingga Surabaya, dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.
Selain PSN tersebut, ada ada juga proyek Jalur Dwiganda atau Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang sepanjang 35 kilometer yang tengah dikerjakan. Jika seluruhnya terbangun, menurut Sutedja, TOD City akan terwujud dan menjadi TOD Center bagi Koridor Timur Jakarta dan sekitarnya.
Pada akhirnya, mobilitas masyarakat, barang, dan jasa akan semakin lancar sehingga dapat meningkatkan daya saing, dan menggenjot pertumbuhan ekonomi. Koridor Timur Jakarta dengan Bekasi sebagai penggeraknya dianggap sebagai kontributor terbesar bagi perekonomian Nasional.
Di sinilah terkonsentrasi tujuh kawasan industri yang berisi 4.000 perusahaan skala Nasional, International, dan Multinasional dengan jutaan karyawan. Menariknya dari jutaan karyawan tersebut, 25.000 di antaranya merupakan ekspatriat.
Di Jababeka City sendiri hingga saat ini terdapat lebih dari 1.600 perusahaan yang beroperasi dengan jumlah 700.000 karyawan, dan 10.000 di antaranya ekspatriat. Statistik inilah yang menambah motivasi Jababeka untuk bertransformasi aktif.
Tak hanya merealisasikan rencana perusahaan, juga menggandeng pengembang lainnya yakni PT Summarecon Agung Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Pollux Properties Indonesia Tbk, dan PT Sirius Surya Sentosa.
Mereka menjalin aliansi untuk bersama membangun Koridor Timur Jakarta sebagai hub bagi investasi Nasional masa depan. Terlebih dalam era baru saat ini. Ketika Pandemi Covid-19 melahirkan perilaku-perilaku baru, kebutuhan baru, dan nuansa baru, prinsip atau “ruh” keberlanjutan dari TOD City akan sangat dibutuhkan.
Adapun artikel diatas merupakan hasil lansiran dari artikel : https://properti.kompas.com/read/2020/06/14/134028221/transformasi-jababeka-tod-city-yang-saling-terkoneksi?page=2
Transformasi Jababeka, TOD City yang Saling Terkoneksi